Semua ini dimulai dari diskusi pagi

Setiap pagi seperti biasanya, kelas 4C melakukan diskusi pagi yang biasa kami sebut “intermezzo” (pernah juga saya tulis di blog ini tahun lalu). Kali ini kami membahasa tentang kebakaran hutan yang kebetulan terjadi di Australia. Siswa/i kelas 4C sangat tertarik, karena mereka sedang belajar tentang bencana alam yang terjadi akibat perubahan cuaca dan juga akibat dari pergeseran lempeng bumi.
Kebetulan pagi itu, saya menunjukkan sebuah gambar tentang koala yang diselamatkan seorang pemadam kebakaran. Saya mendapat gambar tersebut dari Kepala Sekolah kami, Ibu Lyn. Siswa/i 4C sangat tersentuh melihat gambar tersebut, sehingga saya mendatangi Ibu Lyn untuk meminta gambar-gambar lainnya. Untungnya Ibu Lyn mempunyai banyak gambar yang didapatnya dari ibunya yang tinggal di Australia. Akhirnya kami membuka situs tersebut dan melihat gambar-gambar yang ada berikut keterangannya.

Diskusi terus berlanjut, mereka jadi sadar bahwa ada banyak hal yang penting di dunia ini lebih dari apapun, yaitu nyawa. Baik nyawa manusia maupun nyawa binatang. Mereka terkagum-kagum melihat seorang anak perempuan yang saat ditolong melompat dari helikopter yang mulai naik karena anjingnya terjatuh. Anak tersebut tidak mau meninggalkan tempat jika anjingnya tidak ikut serta. Untungnya sanga anak maupun anjing peliharaannya dapat diselamatkan.

Setelah itu, beberapa anak mendatangi kantor Ibu Lyn dan mengucapkan terima kasih. Ibu Lyn kemudian member alamt e-mail ibunya (yang berusia di atas 70 tahun) dan menyarankan agar mereka menulis ucapan terima kasih secara langsung. Ternyata, hampir semua siswa/i di kelas menyambut saran tersebut dengan antusias. Satu per satu mulai mengirim e-mail.
Apakah diskusi ini akhirnya berakhir?? Ternyata tidak…. Mereka mulai membahas jika kebakaran terjadi di sekolah kami (untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, sekolah kami sering melakukan “fire drill” dengan prosedur yang sudah dihafal baik oleh guru dan siswa/i). Mereka mulai saling bertanya, seperti :

– Bagaimana kalau kebakarannya terjadi di tangga?Kita tidak punya tangga darurat, jadi kemana kita akan pergi?

– Mengapa kita tidak punya seluncur seperti yang ada di pesawat?
– Mengapa kita tidak punya “water sprinkles?”

– Kenapa kita tidak meyiapkan P3K di kelas?

Kemudian, seorang siswa mempunyai ide untuk menulis saran-saran apa yang harus sekolah kami miliki/lakukan. Setelah itu, mereka menunjuk beberapa perwakilan siswa kelas 4C untuk bertemu dengan kepala sekolah dan berbicara langsung mengenai hal ini.
Mereka telah menemui kepala Sekolah, dan kepala Sekolah menanggapi ide dan saran mereka dengan baik dan berjanji untuk membahasnya dengan pemimpin lainnya. Mereka pun keluar ruangan dengan wajah berseri-seri, senang karena ide mereka didengar.

Sebenarnya, sayalah yang sangat bangga… karena tanpa disuruh, mereka berinsiatif melakukan ini semua. Saya hanya mengatur waktu agar mereka dapat bertemu dengan kepala Sekolah dan tentunya terus memberikan dukungan agar mereka terus dapat melakukan hal-hal menakjubkan.
Sesuatu yang besar untuk sekumpulan anak-anak berusia 9 tahun bukan? Ini semua dimulai dari sebuah diskusi pagi………

2 Tanggapan

  1. […] Read the rest here:  Semua ini dimulai dari diskusi pagi […]

  2. Setuju, ini yang namanya Think Locally tapi juga Act Globally. Siswa kita adalah mereka para digital natives yang tidak takut menerima tantangan dan membuat semua kelihatannya menjadi mungkin.

    Selamat saya ucapkan untuk Year 4 team

    Betul sekali pak, think locally act globally, senang jika mereka bisa berpikir “outside the box”.
    Terima kasih atas dukungannya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: