Simulasi Debat

Saat ini siswa/i kelas 4 sedang belajar mengenai teknologi di bidang produksi, transportasi dan komunikasi. Selain itu mereka juga belajar tentang keuntungan dan kerugian yang disebabkan teknologi pada kehidupan manusia. Selama unit ini berlangsung, mereka melakukan berbagai macam aktivitas. Dari mulai melakukan “hari tanpa teknologi”, melakukan riset tentang dampak positif dan negatif dari teknologi, membuat alur waktu alat komunikasi atau transportasi, membuat bagan produksi, menulis karangan eksposisi (yang berisikan argumentasi mereka yang menekankan pada satu pandangan) hingga ditutup dengan simulasi debat.

Simulasi debat kami pilih sebagai kegiatan penutup unit ini. Kami berasumsi bahwa kami akan mendapat gambaran yang lebih jelas mengenai pemahaman siswa/i kami mengenai topik yang telah mereka pelajari selama 7 minggu. Sebelum melakukan simulasi debat, kami membagi siswa/i dalam 2 kelompok. Kelompok yang pro dan yang kontra. Setelah itu, kami memilih 3 topik (produksi, komunikasi dan transportasi) yang akan mereka bicarakan yaitu :

· Makanan cepat saji sangat digemari di Indonesia

· Televisi mempengaruhi cara pandang seseorang

· Motor lebih bermanfaat daripada mobil


Setelah itu, masing-masing kelompok kami beri artikel yang berhubungan dengan topik-topik tersebut diatas. Sebagai guru, kami berperan sebagai moderator yang bersikap netral sehingga kami juga memberi artikel (positif dan negatif) dalam porsi yang sama. Setiap kelompok juga diminta untuk menetukan siapa wakil-wakil mereka yang akan maju untuk membicarakan 1 topik. Setiap topik biasanya dibawakan oleh 3 orang dari kelompok pro dan 3 orang dari kelompok kontra. Siswa/i lainnya berperan sebagai penoton yang juga berhak berbicara saat diberi kesempatan.


Setelah kami perhatikan selama 2 tahun ini, siswa/i kami sangat tertarik dan sangat menanti-nanti kegiatan ini. Mereka sangat antusias mengumpulkan fakta-fakta (mendukung/menentang) baik melalui artikel yang kami beri hingga melakukan riset di internet untuk melengakapi fakta-fakta yang telah mereka peroleh, “menilai grup lawan” (menerka kemampuan argumentasi setiap dalam kelompok tsb), hingga menyusun strategi saat maju di depan kelas untuk berdebat.

Masing-masing anak memegang rubrik penilaian, sehingga mereka tahu pasti apa yang akan dinilai dan rubrik tersebut juga membantu mereka untuk tetap focus dalam mengumpulkan fakta-fakta yang ada. Sebelum melakukan simulasi debat (untuk penilaian), mereka diperbolehkan untuk berlatih dengan masing-masing kelompok.


Sebagai guru, kami sangat puas dengan cara kerja mereka. Mereka hanya anak-anak yang berusia 9 tahun, namun sudah mulai bisa menganalisa masalah-masalah yang ada secara global. Mereka dapat mengumpulkan fakta-fakta dengan benar serta dapat menyampaikan pendapat mereka tanpa “terbawa emosi”. Agak sulit tentunya untuk melakukan itu, tapi mereka dapat melakukannya dengan baik, sesuai harapan kami. J



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: