Teacher Burnout

Bila anda seorang guru, apakah anda memperhatikan bahwa akhir2 ini anda merasa sangat lelah ketika tiba dirumah sekembalinya dari tempat kerja? Atau anda mendapati diri anda sangat sulit untuk berkonsentrasi pada pekerjaan anda disekolah? Atau anda sangat menantikan datangnya hari Jumat sore dan sangat membenci Senin pagi? Bila jawaban dari semua pertanyaan itu adalah “ya” mungkin anda pada saat ini sedang menderita apa yang biasa disebut dengan “Burnout”, yang kita bisa terjemahkan secara bebas sebagai “kelelahan.”

Burnout adalah sebuah resiko dari pekerjaan yang dapat terjadi pada semua profesi, termasuk guru. Carter (1994) mendefinisikan teacher burnout sebagai kelelahan secara fisik, emosional, dan mental yang dimulai dari perasaan khawatir akan suatu hal dan semakin meningkat dimana kegembiraan dalam mengajar semakin lama semakin berkurang. Walaupun gejala2 burnout biasanya bersifat pribadi, biasanya gejala2 tersebut merupakan gejala2 “kurang” seperti kurang antusias, kepuasan, motivasi, ketertarikan, konsentrasi, percaya diri, atau rasa humor (McGee-Cooper, 1990)

Mengajar dapat dikategorikan sebagai pekerjaan dengan tingkat stress tinggi. Sistim pendidikan memiliki semua elemen yang diasosiasikan dengan stress: struktur yang birokratis, evaluasi yang terus-menerus terhadap proses dan hasil akhir, dan interaksi intensif yang terus meningkat dengan para murid, orang tua murid, rekan kerja, kepala sekolah, dan komunitas. Selain itu meningkatnya kenakalan murid, sikap apatis murid, kelas yang terlalu penuh, gaji yang tidak mencukupi, orang tua yang tidak suportif atau selalu menuntut, keterbatasan anggaran, beban administrasi yang terus meningkat, kurangnya dukungan infrastruktur, dan opini publik yang selalu negatif juga berkontribusi pada meningkatnya tingkat stress para guru di dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya.

Burnout memiliki kecenderungan untuk menular. Bila disebuah sekolah ada guru2 yang merasa tertekan dan tidak puas, guru2 lain dapat dengan mudah menjadi tidak puas, sinis, serta malas-malasan, dan tidak lama kemudian seluruh organisasi menjadi sebuah tempat yang tidak menarik dan tidak bersemangat. Menurut Van der Sijde (1988), iklim sekolah mempengaruhi murid dan gurunya. Dalam laporannya dia mengatakan bahwa ada hubungan yang positif antara kondisi kerja guru dan besarnya dukungan yang mereka berikan kepada para murid. Selain itu juga dilaporkan bahwa perilaku para guru bergantung pada persepsi mereka tentang seberapa baik sekolah tempat mereka bekerja berjalan. Kesimpulannya guru memiliki peran yang penting dalam menentukan kualitas dari sekolah. Purkey (1970) berpendapat bahwa guru perlu untuk merasa berhasil serta percaya akan diri dan kemampuan mereka sebelum mereka dapat membuat murid mereka merasa hal yang sama. Bila guru merasa gagal dan/atau tidak mendapat kepuasan pribadi maka pada akhirnya yang dirugikan adalah murid dan sekolah.

Para peneliti mengatakan bahwa lebih mudah untuk mencegah teacher burnout daripada mengobatinya bila sudah terjadi. Langkah2 pencegahan dapat diambil pada tingkat organisasi (perubahan pada lingkungan sekolah) atau pada tingkat individual (memperkuat sumber daya guru dalam menghadapi stress).

Langkah2 pencegahan yang dapat diambil sekolah dalam mencegah teacher burnout:

  1. Memberikan kesempatan mengikuti kegiatan personal activities (PD).
  2. Mengadakan workshop tentang manajemen stress dan manajemen waktu.
  3. Meningkatkan lingkungan kerja.
  4. Pelatihan relaksasi.
  5. Masalah gaji.
  6. Kondisi kelas.
  7. Mengakomodasi perbedaan cultural.
  8. Hari libur nasional/keagamaan.

Lalu bagaimana caranya agar anda tahu apakah anda sedang mengalami burnout atau tidak? Berikut ini adalah quiz yang dibuat oleh Randall S. Hansen, Ph.D untuk mengetahui apakah anda sedang mengalami burnout atau tidak. Tes ini bukan hanya untuk anda yang berprofesi sebagai guru namun juga bagi profesi lainnya. Saya tidak mentranslasinya karena takut terjadi kesalahan sehingga tidak dapat menangkap maksud sebenarnya dari pertanyaan2 ini. Selamat mencoba!!!

Job Burnout Quiz

By Randall S. Hansen, Ph.D

Jawablah pernyataan2 berikut dengan Always true, Often true, Sometimes true, dan Not true.

1. I feel increasing anger at my co-workers and detached from the people around me.

2. I feel overwhelmed and out of control when I am at work.

3. I come home from work and find myself completely exhausted/fatigued.

4. I seem to be more susceptible to colds and other illnesses recently.

5. I feel besieged at work, like nothing I do is right anymore.

6. I find myself exploding in anger at the most inconsequential things.

7. My weight and eating patterns have changed dramatically (resulting in weight gain o loss).

8. I have noticed a definite change in my sleep pattern (either much harder to fall asleep/insomnia or needing more sleep/harder to get up in the morning.)

9. I have been finding more and more excuses to skip work/call in sick.

10. When I am at work, I find it hard to concentrate on doing my job.

11. I have a sense of being isolated/alone.

12. I feel like I just don’t really do a good job anymore.

13. I have noticed that I have become much more negative and cynical about my job and employer.

14. I can’t even remember the last time I was enthusiastic about my job.

15. I’m having relationship problems with my family, more stress, conflicts, and fights.

16. I increasingly feel that things are simply spinning out of my control.

17. It just seems like I have lost interest and care for the things I used to value, like I’m emotionally empty.

18. I’m often sad for no particular reason.

19. I wake up in the morning and often wonder why I even bother showing up at my job.

20. Television has become my haven, and I watch much more of it than in the past.

21. I’ve noticed that I’m taking more risks-without thoughts of the consequences.

22. I’ve noticed that I’m finding refuge in increased use of food, alcohol, or drugs.

23. I’m experiencing more physical ailments-headaches, stomachaches, ulcers.

24. I have experienced chest pains, shortness of breath, or panic-like attacks at work-or when I think of work.

25. I live for Friday afternoons and dread Sunday evenings the most.

Untuk setiap jawaban anda berikan nilai seperti berikut kemudian totalkan:

Always true – 4 poin

Often true – 3 poin

Sometimes true – 2 poin

Not true – 1 poin

Bila total nilai anda adalah:

65 – 100 : Danger Zone

Cari jalan untuk keluar dari pekerjaan anda segera!! Anda mengalami job burnout yang serius, dan kelihatannya sudah mempengaruhi fisik dan mental anda. Temukan pekerjaan yang baru (atau solusi lainnya) dengan segera.

35-64 : Warning Zone

Anda mengalami beberapa ciri2 klasik dari job burnout, dan bila anda tidak mengambil langkah2 untuk mengevaluasi dan merubah situasi anda, anda bisa saja menghadapi masalah pada fisik dan mental anda. Anda perlu segera membuat beberapa perubahan.

0-34 : Healthy Zone

Kelihatannya anda tidak mempunyai masalah dengan pekerjaan atau atasan anda, namun mungkin ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan. Anda sebaiknya menilai situasi anda sekarang dan membuat beberapa perubahan kecil, tetapi diluar itu anda baik2 saja.

5 Tanggapan

  1. Saya pernah terserang syndrom ini..
    Tetapi ada obat yang sangat manjur dan dijamin tidak mempunyai efek samping.. yaitu membuat blog

    Thanks for sharing Pak David

  2. Mampir sebentar……..
    Saya juga sembuh dengan ngeblog, tapi mungkin yang tak biasa ngeblog malah jadi beban.
    Agar tak jadi beban, ayo ngeblog.
    Bagi yang ngeblog masih jadi beban, mending melakukan kegiatan yang menyenangkan/hobi. jadi bisa menjadi obat stress.

  3. saya sedang menulis skripsi yang bertema tentang hubungan burnout dengan perilaku guru dalam mengajar. jika ada penelitian sebelumnya, mohon untuk ditampilkan sebagai bahan referensi untuk saya. sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih.

    sayang sekali saya tidak punya data yang anda tanyakan, tetapi anda bisa melihat situs2 ini, mudah2an membantu:
    http://www.bama.ua.edu/~rmayben/edbio1.htm#_Hlk26863838
    http://k6educators.about.com/cs/helpforteachers/a/avoidburnout.htm
    http://pianoeducation.org/pnotburn.html
    http://www.ednews.org/articles/584/1/Teacher-Burnout-in-Black-and-White/Page1.html

  4. terimakasih. saya sudah membuka situs- situs tersebut, banyak yang bisa saya ambil, semoga bermanfaat.

    oh ya,, bisa tidak diadakan sharing melalui blog ini tentang pengalaman guru- guru yang pernah mengalami burnout. apa saja yang dirasakan ketika syndrome ini datang? dan dampak apa saja yang muncul dalam kegiatan mengajar?

    kami akan tanyakan kepada rekan2 kami disini, bila ada nanti kami posting diblog kami

  5. mengenai burnout kita mesti cari dulu sebab utamanya. jika penyebabnya pribadi, pribadinya mesti “dirapihkan” apalagi jika menyangkut masalah diluar pribadi mesti melibatkan banyak sisi yang harus di”selesaikan”

    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: