Quiz matematika ala 4C

Guk…guk…guk…

Meong…..meong…..

Ya…grup anjing…berapa jawabannya?

Roarrrr…..roarrrr….

Grup kucing, grup macan, tunggu dulu, grup anjing mendapat kesempatan pertama!

Serentak kelas riuh gaduh, masing-masing kelompok berteriak menirukan suara binang sesuai nama kelompok mereka. Apa yang mereka lakukan?

Ini adalah quiz ala kelas kami. Dalam rangka melakukan ”review” pelajaran, kami mengadakan quiz yang sedikit berbeda dari biasanya. Kami membentuk 4 kelompok yang terdiri dari 4 siswa/i. Masing-masing kelompok mempunyai kekuatan dan kemampuan yang setara. Kelompok-kelompok ini terdiri dari siswa/i yang mempunyai kemampuan sangat baik dalam matematika, yang sedang juga yang lemah. Nama kelompok mereka ambil dari nama-nama binatang, agar mudah untuk meniru suaranya.

Setelah terbagi dalam kelompok, setiap kelompok diminta untuk membuat 10 soal yang berhubungan dengan penjumlahan, perkalian, pembagian, pengurangan, satuan berat, volume, pecahan, desimal, persentase dan soal cerita. Mereka tentunya tidak hanya membuat soal-soal, tapi juga harus mencari jawabannya. Setelah selesai, setiap kelompok mendapat kesempatan untuk maju ke depan.

Soal-soal tersebut mereka bacakan di depan kelas, sementara kelompok lainnya mendengarkan dan sibuk menyoret-nyoret kertas mencatat atau menghitung hasil dari jawaban. Ketika mereka berhasil mendapatkan jawabannya, serentak mereka berteriak ”guk…guk…guk…atau meong, meong….atau uu aa, uu aa…(meniru suara monyet) atau roarrrr….roarrrrr…”

Kelompok yang berhasil berteriak pertama akan mendapat kesempatan menjawab. Jika jawaban itu benar, maka kelompok itu akan mendapat 1 angka. Jika salah, kelompok-kelompok lainnya akan mendapatkan kesempatan menjawab. Jika tidak ada satupun kelompok yang dapat menjawab dengan benar, maka nilai akan masuk ke kelompok yang memberikan pertanyaan. Setelah kesepuluh soal selesai diberikan, kelompok lainnya yang mendapat kesempatan maju ke depan dan bertanya. Begitu seterusnya sampai semua kelompok mendapat kesempatan untuk memberikan pertanyaan. Nilai-nilai akan diakumulasikan dan kelompok yang mendapatkan nilai terbanyak adalah pemenangnya.

Tidak ada hadiah yang ditawarkan, namun siswa/i sangat antusias. Mereka tidak mau berhenti walaupun sudah waktunya istirahat. Mereka begitu terlarut dalam permainan ini sehingga tidak sadar kalau sebenarnya kemampuan mereka sedang diuji.

6 Tanggapan

  1. Bagus sekali, ”tak ada hadiah yang ditawarkan”. Strategi pembelajaran yang menarik tak memerlukan stimulan macam hadiah. Pengemasan reviu pembelajaran yang telah lalu memang cocok memakai kuis yang murah, sederhana, namun meriah. Selamat.

    Terima kasih🙂
    Windi

  2. bagus…kan itu strategi pembelajaran tingkat SD jadi menurut saya bagus sekali, namun yang harus diperhatikan bagaimana cara atau metode tadi isi materi terasampaikan dengan baik agar kesan pembelajaran bermakna

    Terima kasih atas komentarnya pak…Sebetulnya saya tetap memantau kelompok per kelompok saat membuat soal, mencek layak/tidaknya soal tersebut (sebelum quiz dimulai).Selain itu, di pojok papan tulis saya tulis konsep-konsep matematika apa saja yang harus mereka masukkan dalam soal-soal tsb.
    Terima kasih🙂

  3. meniru dengan menyontek itu pasti beda ya pak …

    Wah…susah juga nih pak, tergantung konteksnya. Dalam mengajar, tidak ada salahnya kita meniru metoda pembelajaran dari berbagai sumber. Apalagi kami bekerja dalam tim, biasanya kami selalu meluangkan waktu (minimal 1 kali seminggu) untuk berbagi tips mengajar, melakukan ” teaching reflection”, membahas kendala-kendala yang kami alami. Selain itu, kami juga banyak browsing situs-situs pendidikan untuk mencari ide baru yang dapat kami modifikasi sesuai kondisi dan kebutuhan siswa/i kami.

    Cheers
    Year 4 team

  4. Saya pernah mengamati anak-anak dalam kegiatan quiz. Luar biasa menarik!, mereka begitu antusias karena penuh dengan tantangan; diantaranya kemampuan dan nilai yang harus dipertahankan.

    Sayangnya, saya pernah kaget waktu tim harimau berteriak RROAARRR!, ketika mereka berteriak karena sudah siap dengan jawaban….

  5. Seru banget kayanya. Ga sabar buat nyoba di tahun ajaran baru, bisa juga dimodifikasi untuk game review materi tahun lalu. Tapi kira-kira buat kelas jadi chaos ga???

    Kelas yang aktif memang sering kali “berisik”. Selama ini kami tidak mempermasalahakan hal itu asalkan apa yang mereka diskusikan (ributkan) memang berhubungan dengan pelajaran/aktivitas kelas. Walaupun seeringnya siswa/i jadi agak “carried away” sehingga agak tdk terkendali.Sebenarnya semua ini kembali kepada guru ybs dalam menerapkan konsistensi dalam kelas.Mereka dapat diberi peringatan tentang kesepakatan kelas, jika tetap tidak bisa mengendalikan diri dapat diberi “time out” atau bahkan menghentikan permainan. Yang paling penting, siswa/i perlu diingatkan untuk selalu bersikap sportif.
    Selama ini, kami belum pernah mengalami “chaos” saat bermain, mungkin siswa/i kami takut bila m ereka tidak bisa mengendalikan diri, selama 1 tahun ajaran mereka tidak akan mendapat kesempatan untuk “bermain” lagi🙂

  6. wah seru juga ya? Selama ini, saya seringkali mengajar dengan ngadain quiz2. anak2 antusias sekali, nawar malah kalau seminggu sekali quiz day. boleh coba quiz ini? trims ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: