Bagaimana Mengintegrasikan Informasi Teknologi dengan Tema Pembelajaran

Di jaman maju seperti sekarang ini, teknologi yang ada semakin canggih dan mudah diakses dimanapun. Anak-anak tentunya sangat familiar dengan komputer, internet, PS, Nintendo, HP, kamera digital dll. Sebagai guru, tentunya kami ingin membantu siswa/i untuk menggunakan teknologi-teknologi yang tersedia secara positif dan efektif.            

 Di Sekolah kami, siswa/i kelas 4 mendapat pelajaran IT satu kali dalam seminggu selama 35 menit. Banyak yang mereka pelajari di pelajaran IT, namun kami merasa waktu 35 menit seminggu itu tidak cukup dan guru kelas pun wajib membantu mengenalkan IT pada siswa/i. Setiap minggunya, kami mempunyai pelajaran UOI (unit of inquiry) atau pelajaran yang berhubungan dengan tema sebanyak 9 x 35 menit. Pelajaran UOI lah yang  kami anggap paling tepat untuk mengintegrasikan IT. 

Dalam pelajaran UOI, kami dapat mengajarkan research skills, dimana siswa/i diajarakan bagaimana cara melakukan penelitian dengan benar, mencari key words, mengumpulkan informasi, merangkumnya dengan kata-kata dan bahasa mereka sendiri dll. Selain itu, kami juga mengajarkan cara presentasi menggunakan power point. Karena mayoritas siswa/i kami sudah bisa membuat dan menggunakan power point, maka kami memutuskan untuk maju satu langkah lagi. Kami memutuskan untuk membuat presentasi melalui media lain, yaitu melalui film pendek. Mereka kami minta untuk membuat film atau reportase singkat. Kami dan guru IT bekerjasama mengenalkan cara mernggunakan digital camera, download/upload gambar, juga menggabungkan film dengan menggunakan Ulead.  

Berikut ini adalah contoh kami mengintegrasikan IT pada siklus inkuiri kami yang bertemakan bencana alam.    

         ·         Tuning in: Ini adalah tahap awal dimana kami memperkenalkan topik kami pertama kalinya pada siswa/i. Untuk memancing keingintahuan mereka, kami mendatangkan pembicara tamu (guest speaker), menonton film, mengumpulkan artikel-artikel yang berhubungan dengan topik dll. Dalam tahap ini kami juga mengetes pengetahuan dasar siswa/i melalui berbagai aktivitas. Siswa/i juga menulis pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan topik tsb.  

dsc02106.jpg

·         Sorting out: Di tahap ini, siswa/i sudah mempunyai pengetahuan dasar tentang topik yang akan mereka pelajari selama beberapa minggu ke depan. Berpegangan pada pertanyaan-pertanyaan yang mereka buat sebelumnya, mereka mulai melakukan penelitian mengenai topik tsb. Mereka mencari tahu dengan berbagai cara, membaca buku, bertanya pada orang tua/keluarga, mencari di internet dll. Kemudian mereka dapat memilah-milih mana hal yang berhubungan dengan topik dan mana yang bukan. (di tahap ini kami memperkenalkan cara melakukan penelitian yang baik dan benar melalui internet).dsc01549.jpg

 ·         Finding out: Di tahap ini siswa/i sudah tahu mana hal yang berkaitan dengan topik, mana yang tidak, mana yang penting, mana yang harus diprioritaskan, apa saja yang perlu mereka cari tahu, apa yang akan mereka lakukan dengan informasi-informasi yang mereka peroleh, hal apa yang paling menarik minat mereka dll. Selain itu mereka juga membuat kelompok berdasarkan minat, mendiskusikan criteria penilaian dengan teman-teman dan guru dan kemudian mulai membuat skrip untuk film mereka. 

dsc01553.jpg

·          Going further:  Di tahap ini siswa/i sudah selesai menulis skrip, membagi tugas dan tanggung jawab di dalam kelompok, menyiapkan barang-barang keperluan pembuatan film, mencari lokasi (di  sekolah) yang sesuai serta memulai shooting. Setelah semuanya selesai, mereka menggabungkan potongan-potongan film dengan menggunakan Ulead. 

dsc02200.jpg

·         Making conclusions: Ini adalah tahap dimana siswa/i mempresentasikan hasil kerja mereka. Setelah mempertontonkan film yang berbentuk reportase singkat mereka, siswa/i kemudian bergantian memjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan teman-teman maupun guru. Kemudian mereka melakukan penilaian, baik penilaian pribadi maupun penilaian kelompok. Setelah melakukan semua hal tsb, mereka juga melakukan refleksi diri. 

dsc02220jpg-edit.jpg                     presentasi.jpg

·         Taking action: Ini merupakan tahap yang paling krusial. Karena sebagai guru tentunya kita ingin siswa/i kita untuk mempunyai inisiatif (tanpa diminta guru) untuk melakukan “suatu tindakan” . Terkadang ekspektasi kita sebagai guru terlalu tinggi, kita berharap mereka dapat melakukan tindakan yang “heroik” seperti membuat perubahan pada lingkungan, membantu lingkungan dll. Padahal sangat susah untuk melakukan hal-hal tsb. Tindakan siswa/i kami yang memnyimpan hasil kerja mereka kemudian menunjukannya kepada orang tua maupun keluarga merupakan suatu bentuk “action” yang harus kita dukung dan hargai. 

IT sangat berguna bagi kita semua. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika guru-guru kelas turut membantu meringankan “beban” guru IT dengan mengintegrasikan IT pada tema pembelajaran.

 

Satu Tanggapan

  1. I like this wishes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: