Menangani Konflik di dalam Kelas

Sudah merupakan hal yang lazim disekolah manapun, termasuk Global Jaya, bahwa didalam kelas kerap terjadi konflik antar siswa. Konflik-konflik ini biasanya dipicu oleh hal-hal yang kecil seperti mengganggu siswa lain, meminjam barang tanpa izin, berebut menggunakan peralatan sekolah, dll. Jika menurut kami, guru-guru kelas 4, konflik itu terjadi karena hal-hal yang kecil dan menurut kami siswa-siswa yang terlibat konflik dapat menyelesaikan sendiri, maka biasanya kami membawa mereka keluar kelas untuk menyelesaikan masalah mereka agar tidak menganggu siswa-siswa lain dan pada saat yang sama melatih mereka untuk menjadi independen dan mampu memecahkan masalah mereka sendiri. Namun bila menurut kami diperlukan campur tangan guru untuk menyelesaikan masalah maka berikut ini adalah langkah-langkah yang biasa kami ambil sebagai mediator:

1.       Memberikan kesempatan kepada siswa-siswa yang terlibat konflik untuk mengatakan masalah dan perasaan yang dirasakan dari sudut pandang mereka. Masing-masing siswa diberikan waktu untuk menceritakan permasalahan menurut versi mereka.

2.      Memberi pengertian kepada kedua belah pihak mengapa tindakan yang mereka lakukan itu salah. Biasanya kami mendasarkan penjelasan kami pada peraturan kelas (class agreement) yang kami miliki. Peraturan ini merupakan hasil diskusi para murid dikelas pada awal tahun pelajaran yang mengatur tentang bagaimana mereka berperilaku didalam dan diluar kelas.

3.       Mendiskusikan tentang cara terbaik untuk menyelesaikan konflik dan memilih penyelesaian yang dapat diterima oleh mereka berdua. Penting bagi kami untuk berdiskusi dengan para siswa karena merekalah yang akan menjalankan, bukan kami para guru. Dengan dilibatkannya siswa dalam proses penyelesaian diharapkan mereka akan lebih termotivasi untuk menjalankan hasil dari diskusi tersebut.

4.      Bila masalah telah terselesaikan maka kami tinggal mengawasi mereka apakah mereka menjalankan hasil dari diskusi tersebut dan mengingatkan mereka bila mereka lupa.

Memang kelihatannya cara ini memakan waktu bagi kita para guru mengingat banyak hal yang kita bisa lakukan daripada mengurus konflik antar siswa, apalagi bila terjadi setiap hari. Namun kita harus ingat inipun merupakan “pelajaran” yang kita bisa ajarkan sebagai guru kepada anak didik kita karena nantinya mereka dapat menerapkannya  diberbagai aspek dalam kehidupan mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: