Selingan Pagi di kelas

Apa itu selingan pagi? Selingan pagi atau yang sebagian siswa sebut “intermezzo” adalah sarana informal (berdurasi 5-10 menit) bagi siswa dan guru untuk membicarakan apa saja yang terlintas di benak siswa, di luar masalah pelajaran. Selingan pagi ini merupakan hal yang biasa dilakukan guru-guru di SGJ. 

Pada dasarnya, anak-anak senang berbicara dan juga senang membagi pikiran mereka dengan teman-temannya. Topik yang dibicarakan bisa muncul dari mana saja, dari hal-hal kecil yang mereka lihat di televisi hingga ke masalah-masalah sosial.   

Suatu pagi, saat duduk di karpet, seorang anak membuka tutup spidol, menghirupnya dan berkata ”hmmm….kenapa baunya enak sekali?”. Akhirnya selingan pagi kami adalah “sniffing” , apa yang disebut sniffing, efek-efek dan bahaya yang ditimbulkan dari perbuatan itu. Mereka tidak terlalu muda untuk megetahuinya, dan bisa menyadari bahwa perbuatan kecil yang terlihat biasa saja dapat menimbulkan efek negatif.     

 Di lain waktu,  seorang siswa di kelas saya berkata bahwa Indonesia adalah negara miskin karena terlalu banyak koruptor. Sebagian besar orang yang hidup di Indonesia berpenghasilan rendah, tidak lebih dari satu juta rupiah sementara mereka mempunyai keluarga yang harus mereka tanggung. Serentak saja siswa/i lainnya “berpartisipasi” berbicara, mengungkapkan pendapat masing-masing mengenai masalah ini. Tanpa diminta, mereka mulai memperkirakan biaya hidup sehari dan bahkan menghitung biaya keseluruhan yang dikeluarkan selama 1 bulan. Mereka kemudian berlomba bertanya bagaimana seseorang bisa menghidupi keluarganya selama 1 bulan kalau penghasilan yang ia terima hanya cukup untuk 1 minggu? Pertanyaan yang saya sendiri tidak mempunyai jawabannya. Tentunya mereka tidak mengerti inti permasalahan ini, mereka juga tidak akrab dengan kemiskinan. Tapi dengan cara-cara mereka sendiri, mereka bisa bersimpati dan mensyukuri kehidupan yang mereka miliki.         

  Selingan pagi menjadi ritual yang ditunggu-tunggu siswa/i. Saat masuk kelas, mereka biasanya bertanya “ apa intermezzo kita pagi ini?” 

2 Tanggapan

  1. Saya pribadi sering memposisikan diri saya sebagai siswa.
    Apabila saya berada dikelas anda, maka di pagi hari saat baru datang rasa kantuk saya akan hilang.
    Diganti dengan keceriaan berdiskusi.

  2. Saya melihat ada beberapa kelebihan dari intermezzo ini di antaranya adalah dapat merangsang kedekatan atau keakraban antara guru dan siswa. Kerap kali dalam proses belajar dan mengajar siswa ‘dipaksa’ untuk mengikuti tema atau bahan yang guru akan atau sedang ajarkan, tidak ada penyimpangan berarti. Sehingga walaupun kita berorientasi student centre, tapi memang sering kali tidak bisa menghindari teacher centre dalam praktiknya. Tentu saja, dalam konteks demikian keakraban guru dan murid sulit terbangun karena hubungan kedekatan hanya akan benar-benar terjalin melalui proses informal, bukan formal. Nah, dalam intermezzo justru siswa didorong untuk mengajukan tema yang akan mereka diskusikan atau pelajari. Alhasil, siswa lebih terangsang untuk berpikir kreatif, mencari ide yang mereka sukai atau yang sedang jadi perhatian. Dalam konteks ide, apabila siswa sudah dapat memasukkan ide yang berkaitan dengan keadaan sosial, ekonomi, atau bahkan politik ke dalam diskusi kelas, maka siswa sudah bisa dikatakan pemikir kritis dan calon pemimpin masa depan. Dengan kata lain, intermezzo bukan hanya mengakrabkan guru dan murid, namun juga meningkatkan intelektualitas, solidaritas, dan kepekaan sosial siswa.

    Betul sekali Pak Eka.. Memang menyenangkan untuk mengetahui apa yang mereka pikirkan dan tidak kita sangka mereka ketahui. Saya pribadi banyak belajar dari siswa/i saya.
    Terima kasih sudah mampir

    Cheers
    Windi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: